Kesalahan Dalam Kehidupan Seks

Apa saja sih, kesalahan yang sering Anda dan pasangan lakukan ketika melakukan hubungan intim? Agar kehidupan seks Anda dan Si Dia tetap menyenangkan, ada baiknya simak dulu fakta berikut!


Kesalahan seks terbesar yang dilakukan pria dan wanita:
Pria:
Tidak selalu siap untuk mela­kukan hubungan seks.
Wanita: Merasa tubuhnya gemuk.


Bukan rahasia lagi, banyak pasangan yang salah mengartikan sinyal yang diperlihatkan oleh salah satu pasangannya, mengenai apa yang diinginkannya di tempat tidur. Untuk membantu mengatasi “kesalahpahaman” yang sering terjadi ini, bacalah sejumlah kesalahan yang umum dilakukan oleh pria maupun wanita.


KESALAHAN SEKS YANG PALING SERING DILAKUKAN WANITA:


1. Wanita tak mengerti, me­ngapa pria tidak suka dibelai.
Pria:

Setelah berhubungan seks, pria merasa sudah selesai karena yang mereka inginkan adalah ‘mendarat’ sementara; Sedangkan yang diinginkan wanita adalah sentuhan, belaian, bahkan berhubungan seks lebih lama dan berulang. Akan tetapi, wanita tidak boleh mengasumsikan pria tidak peka kepada pasangannya bila ia langsung tertidur dan mengorok. Pria pasti kelelahan usai berhubungan seks. Jadi, anggap saja itu sebagai pujian bagi wanita karena pasangannya sudah merasa terpuaskan.


Wanita:
Pria juga suka kok, dibelai. Hanya saja, mereka khawatir pasangannya melihat dirinya sebagai seorang yang lemah dan ringkih. Sering sekali yang dibutuhkan oleh pria setelah berhubungan seks adalah kedekatan fisik, salah satunya belaian dari pasangannya.


2. Wanita tak mengerti kege­lisahan, masalah rasa percaya diri dan bentuk tubuh yang berdampak pada dorongan seks pria.
Pria:

Pasti! Pria memiliki banyak persamaan dengan wanita bila sedang berbicara mengenai seks. Pria pun dapat merasa tidak me­narik, merasa bentuk tubuhnya tidak bagus atau tidak ingin tubuhnya terlihat tanpa berbalut sehelai benang pun. Selain itu, bila sedang stres karena masalah pekerjaan atau soal ekonomi, pria sering menjadi tidak bergairah. Baik pada wanita maupun pria, rasa kurang percaya diri sama artinya dengan gairah yang menurun.


Wanita:
Pria bukan robot! Mereka juga manusia biasa yang memiliki kekhawatiran mengenai hal yang sama dengan yang dikhawatir­kan wanita. Selain itu, mereka juga memiliki beban yang di­rasakannya untuk selalu mem­berikan kepuasan kepada pa­sangannya. Sernentara itu, wanita mengha­rap banyak dari pria, dan sering mengharapkan pria dapat mem­baca pikiran mereka tanpa perlu merasa mengatakannya secara terus terang, mengenai apa yang diinginkannya. Tidak aneh bila pria menjadi gelisah, yang ber­akibat libidonya menurun.


3 . Wanita berpikir pria siap dan ingin berhubungan seks, kapan saja, di mana saja.
Pria:

Pada kenyataannya tidaklah demikian. Bila sedang banyak pikiran, justru gairah seksual pria akan menurun.


Wanita:
Wanita memang selalu ber­anggapan pria menginginkan seks kapan saja dan di mana saja. Lalu, wanita akan marah bila pa­sangannya tidak dapat ereksi ketika memandang tubuhnya. Memang betul, pria yang masih berusia muda akan selalu siap, semangat, berhasrat, dan mampu berhubungan seks kapan saja dan di mana saja. Tetapi, begitu pria mulai dewasa, konsentrasinya mudah terbagi, baik untuk masa­lah pekerjaan ataupun masalah kehidupan. Hal ini tidak berbeda dengan wanita.


4. Wanita tak mengerti mengapa pria bisa dengan mudahnya membedakan cinta dan seks.
Pria:

Salah satu alasannya adalah selama berhubungan seks, wanita memproduksi banyak oxytocin yaitu hormon yang menstimulasi hubungan emosional yang ku­at. Akibatnya, wanita lebih ter­integrasi secara emosional bila berkaitan dengan soal seks. ltulah sebabnya, seks yang dilakukan sambil lalu atau bertujuan hanya “untuk ber­senang-senang” sering menjadi bumerang bagi banyak wanita. Sebab, pria memproduksi oxytocin jauh Lebih sedikit dan dapat dengan mudah berhubungan seks, tanpa harus memiliki kedekatan hubungan emosional atau cinta.


KESALAHAN SEKS YANG PALING SERING DILAKUKAN PRIA


1 . Pria menganggap wanita tidak sebergairah pria.
Wanita:

Pria merasa mereka memiliki dorongan seksual yang lebih besar dari wanita, tetapi pada sebagian kasus pendapat ini bisa saja keliru. Alasan mengapa pria tetap merupakan instigator seksual yang utama, tidak ada hubungannya dengan gairah. Faktor lainlah yang justru kerap menjadi pengaruh yang besar. Sebab, wanita lebih bertanggung jawab pada pekerjaan rumah tangga, dan pada umumnya tidak suka menunda pekerjaannya. Itulah sebabnya wanita lebih cepat merasa lelah. Hormon juga mempengaruhi libido wanita, artinya dorongan seks wanita jadi kurang konstan. Namun, wanita lebih senang bila seks dilakukan di saat-saat yang khusus, tidak setiap saat. Terbukti, pria dapat terangsang hanya dengan membayangkan seks, sementara wanita lebih terangsang dengan sensasi. Artinya, wanita agak kurang bersemangat ketika memulai hubungan seks, tetapi akan memanas begitu terangsang.


Pria:
Bila pria mau menyisihkan waktunya untuk mengerti dan memenuhi kebutuhan wanita, mereka akan terkejut pada ke­kuatan yang dimiliki wanita.


2 . Pria mengasumsikan wanita lebih menginginkan hubungan cinta, bukan seks.
Wanita:

Sama halnya dengan pria, wa­nitapun senang dengan seks yang liar di tempat tidur. Wanita juga akan lebih terangsang dengan fantasi yang eksplisit, daripada sekadar hubungan percintaan.


Pria:
Wanita pun bisa sama liarnya de­ngan pria, lho! Stigma yang ada, pria lebih bersemangat di tempat tidur, sedangkan wanita tidak. Padahal, seks merupakan multidimensional, dan semuanya berhubungan de­ngan soal temaramnya lampu kamar tidur, kemudian dimulailah sentuhan yang sarat percintaan hingga ke berhubungan seks.

Related Posts by Categories